Pembahasan kita kali ini adalah di samping mengurai keniscayaan pengutusan nabi juga menalar pesan-pesan langit yang dibawa oleh para duta Ilahi ini. Pada kesempatan yang lalu, bagian pertama dari sistematika pembahasan “Kenabian” ini, kita telah, kurang-lebihnya, mengetahui secara global ihwal adanya piranti lunak selain indra, akal dan intuisi, yaitu keharusan pengutusan nabi setelah penetapan keberadaan Tuhan, penciptaan manusia yang dibekali oleh Tuhan, karena tuntutan rahmat-Nya, dengan duta langit yang berperan melenggangkan jalan manusia menapaki kesempurnaan insaniah.
Andaikan saja, manusia pada zaman sekarang ini telah mampu merumuskan sebuah sistem perundang-undangan yang sempurna dan komprehensif melalui pengalaman selama ribuan tahun, dan sistem ini sanggup menjamin kebahagiaan yang abadi dan ukhrawi, maka pertanyaan yang masih meng-hadang umat manusia ialah; apakah Kebijaksanaan Allah dan tujuan Ilahi penciptaan mereka akan membiarkan milyaran manusia jaman dahulu tetap dalam kebodohan?
Kesimpulannya, bahwa tujuan penciptaan manusia, sejak awal hingga akhir, akan terwujud secara nyata bila tersedia perangkat selain indra dan akal untuk mengetahui hakekat kehidupan ini dan tugas-tugas yang sifatnya individu maupun kelompok. Perangkat itu tidak lain adalah nabi dan wahyu Ilahi. Continue reading this post…