Selamat Datang di Site .::ALBALAGHUL MUBIN::. Wisdoms For All.Com

 

 

 

 

Neo Teologi

 

 

Tugas Syariat; Beban atau Rahmat?

Sebagian orang berpendapat bahwa jika Tuhan adalah pengasih dan penyayang lalu mengapa Tuhan membebani hamba-hambanya dengan setumpuk kewajiban dan taklif yang telah membuat mereka bersusah paya dan mengalami berbagai bentuk kesulitan hidup di dunia ini,dan disebabkan kelalaian dan pelanggaran mereka atas sebagian taklif atau kewajiban-kewajiban yang ada mereka harus disiksa, sesungguhnya apa pentingnya sebuah taklif? dan mengapa mesti ada siksaan? Manusia di zaman modern senantiasa ingin bebas dan melepaskan diri dari segala bentuk batasan,belenggu dan berbagai ikatan.Agama dan syariat dipandang sebagai aturan dan batasan-batasan yang mengikat kaki dan tangan manusia, jika di zaman ini kepercayaan terhadap Tuhan masih harus berlanjut dan dipertahankan maka hanya Tuhan cintalah yang layak untuk diperkenalkan,yaitu Tuhan yang selalu mengasihi dan menyayangi hamba-hambanya dan tidak menghendaki mereka untuk bersusah paya dan juga tidak akan pernah melarang atau memberi perintah,Tuhan yang senantiasa memberi kebebasan kepada manusia dan membiarkan mereka untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan dan pada akhirnya mereka akan ditempatkan atau dimasukkan kedalam surga kenikmatan-Nya dan tidak ada lagi berita tentang siksaan dan hari perhitungan.Tuhan seperti inilah yang dapat diterima di zaman modern.. ...š

 

Manusia Antara Humanisme Materialis dan Agamis

Melacak asal-usul manusia menjadi landasan pokok setiap pandangan dunia. Setiap diskusi tentang bagaimana manusia harus hidup  membawa kita kembali pada masalah asal-usul manusia. Jawaban yang diberikan ilmu ataupun agama mengenai masalah ini saling bertentangan, sebagaimana yang juga terjadi dengan masalah-masalah lain. Ilmu memandang asal-usul manusia sebagai akibat dari suatu proses panjang evolusi dari bentuk kehidupan rendah di mana tidak ada perbedaan jelas antara hewan dan manusia. Anggapan ilmu bahwa seseorang adalah manusia ditentukan oleh fakta-fakta material eksternal; berjalan tegak, membuat alat, atau berbicara. Di sini manusia adalah anak alam dan terus demikian adanya. Soal manusia merupakan produk evolusi ataukah “diciptakan” mengarah kepada pertanyaan selanjutnya: siapakah manusia itu? Apakah ia merupakan bagian dari dunia atau sesuatu yang berbeda dari dunia? ...š

 

Artikel

 

Cahaya Segala Cahaya

 Syaikh Syihabuddin Abul Futuh Yahya Suhrawardi yang lebih dikenal sebagai Syaikh Isyraq, Syihab al-Maqtul, Syaikh al-Maqtul, adalah founding father Filsafat Isyraq dan salah seorang filosof besar Islam pada abad ke 6 Miladi (587 H). Ia lahir pada tahun 549 H/1154 M di kota Suhraward bagian barat laut Iran. Setelah menyelesaikan studi ilmu filsafat dan ushul fiqih di Maragah, dari Majduddin Jili yang juga merupakan guru Fakhrurazi, dan di Isfahan, ia melewati hidupnya beberapa tahun  di barat daya Anatolia. Setelah itu ia pindah ke Halab (Aleppo, Suriah) tahun 579 H/1183 M. Di tempat ini ia mengajar dan menjadi teman gubernur, al-Malik al-Zahir al-Ghazi (putra Salahuddin Al-Ayyubi).  Penghormatan yang berlebihan dari gubernur ini membuat iri dan hasad para ulama fiqih Sunni. Dan di kota ini ia dituding oleh para fuqaha masa itu, dan melalui titah Salahuddin Ayyubi, Syaikh Isyraq ditangkap.  Dan dengan alasan yang dibuat-buat, para ulama itu mendesak Shalahuddin Ayyubi untuk menghukum pancung Syaikh Iysraq.  Akhirnya ia syahid pada tahun 587 H/1179 M di kota Halab......š

 

Pustaka

 

Semesta ini Acak atau Teratur?

Si pemuda tidak tidur malam itu. Sebaliknya, ia menghabiskan malam itu dengan mengerjakan shalat dan sujud. Ia menengadahkan tangannya memanggil Tuhan, dan melupakan bahwa lengannya telah capek. Ia membaca bagian-bagian yang lain dari doa-doa yang ia hafal, mengulang-ngulang beberapa kalimat, mendongakkan kepalanya dan melihat ke angkasa raya yang dihiasi gemilau pendaran cahaya purnama, sedemikian sehingga tiada bintang yang terlihat. Seolah-olah bintang gemintang membiarkan purnama yang lebih besar dan lebih kuat mengambil alih tempatnya. Pada saat itu, anak muda itu mengingat sebuah ayat dari al-Qur’an: “Segala yang ada di langit dan di bumi bersujud di hadapan Allah.”    Bintang-gemintang dan planet-planet bersujud di hadapan Tuhan. “Mereka seluruhnya beribadah,” katanya. “Mereka melakukan apa yang tengah kulakukan, atau sebaliknya saya yang melakukan sesuatu yang tengah mereka lakukan.” Lalu ia menatap bulan yang tunduk dan bintang-gemintang dalam gugusannya. Ia membayangkan langit sebagai masjid agung dimana bulan bertindak sebagai seorang imam bagi bintang-gemintang dalam kebesarannya beribadah kepada Allah Swt......š

 

Ragam Pandangan Dunia

Dengan memperhatikan masalah-masalah fundamental pandangan dunia, dengan mudah dapat dipahami bahwa masalah-masalah seperti ini tidak berhubungan dengan masalah ilmu, yang mana tidak dapat dibuktikan dengan metode ilmu (eksperimentasi), karena setiap ilmu, membahas hukum-hukum dan objek-objek tertentu. Hukum-hukum yang hanya berhubungan dengan objek tersebut yang dapat diselidiki, misalnya fisika dari hal-hal lahir materi dan energi, dan kimia dari analisis dan susunan unsur-unsur materi dan hubungan-hubungan internalnya, dan fisiologi dari kualitas kerja organ-organ makhluk hidup. Psikologi membahas mengenai keadaan-keadaan kejiwaan manusia, dan masing-masing hukum tersebut memiliki karakteristik khusus pada objeknya sendiri yang akan dibahas. Dengan demikian, jelaslah bahwa masalah-masalah psikologi tidak dapat dipecahkan dengan rumus-rumus fisika atau  kimia, atau hukum-hukum fisiologi tidak dapat digeneralisasikan terhadap benda yang tak bernyawa.....š

 

Kontemplasi

 

 

Air Hujan

Apakah Anda tahu bahwa semua air tawar yang ada di bumi ini bersumber dari air asin? Seperempat dari bumi ini, adalah kering dan tiga perempatnya adalah terbentuk dari air-air laut yang asin dan semua air tawar yang dicurahkan oleh hujan berasal dari air asin. Dia yang menyuling air-air laut dan Dia pula yang memberikan air tawar kepada tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, dan kepada manusia. Sistem yang dipakai untuk menyuling air-air laut tersebut tidaklah kecil, sedemikian besarnya sistem penyulingan ini sehingga seluruh air laut dapat terwadahi. Sistem penyulingan air laut ini adalah buatan Dia, bukan buatan tangan manusia yang beroperasi di bawah panas. Sistem penyulingan air laut ini sebagaimana telah dibuat bekerja karena panas. Matahari yang ribuan kali lebih besar daripada bumi, membuat panas air-air laut. Air itu menguap. Uapan air ini kemudian ke atas. Dan terus ke atas. Angin membantu uapan air ini menuju ke atas. Uapan ini di angkasa yang luas berkumpul. Selanjutnya terbentuklah awan. Awan-awan tersebut bergerak mendekati bumi dan terjadilah penggumpalan dan turunlah hujan. Sungai dan kali akan mengalir. Bumi akan kembali hidup.....š

 

Menjelajah Ufuk

 

 

Keseimbangan di Planet Bumi

Filsafat materialis menawarkan satu saja penjelasan untuk keter-aturan dan keseimbangan yang ada di alam semesta: peristiwa kebetulan. Menurut klaim ini, seluruh alam semesta terbentuk melalui serangkaian peristiwa kebetulan. Namun, jika kita meneliti alam semesta ini secara sekilas, kita melihat bahwa klaim ini sungguh tidak benar. Suatu kebetulan hanya akan menimbulkan kekacauan, padahal di alam semesta ini kita melihat keteraturan di mana-mana. Keteraturan ini membuktikan kekuasaan Allah yang abadi, Yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan lalu memberinya bentuk. Ketika menjelajahi alam semesta, kita menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempati ini hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada padanya, bumi diciptakan dengan kese-imbangan yang luar biasa stabil, yang membuatnya cocok bagi berlang-sungnya kehidupan makhluk hidup. Jarak bumi dari matahari, kemiringan sumbu bumi terhadap orbit, keseimbangan dalam atmosfer, kecepatan rotasi bumi pada sumbunya, kecepatannya mengelilingi matahari, fungsi laut dan gunung di bumi, sifat-sifat dan interaksi di antara makhluk hidup, semua ini hanyalah beberapa unsur dari keseimbangan ekologis yang terdapat di bumi....š

 

 

  Dialog Interfaith

 

 

38 Titah dan 10 Perintah dalam Islam dan Kristen

Sepuluh Perintah hanyalah bagian kecil dari perintah-titah al-Qur’an. Islam menitahkan para pengikutnya untuk menjauhi banyak hal. Beberapa dari perintah tersebut adalah haram lantaran bertentangan dengan doktrin-doktrin yang harus diyakini oleh seorang Muslim. Beberapa dari perintah tersebut dilarang (haram) lantaran bersifat tidak bermoral atau tidak etis atau tidak sehat atau hal tersebut melambangkan pembangkangan terhadap tugas-tugas ritual. Larangan-larangan ini dipandang dalam Islam sebagai perintah-perintah, melanggar larangan ini bermakna perbuatan dosa. Seorang Muslim dilarang untuk:  1.    Menisbatkan seorang sekutu atau mitra bagi Tuhan:

“Janganlah kamu adakan Tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).” (Qs. Al-Isra [17]:22) 2.    Mengingkari diturunkannya wahyu Ilahi kepada para nabi-Nya. 3.    Mengingkari setiap nabi yang diperkenalkan al-Qur’an, seperti Yesus, Musa, Ibrahim, Nuh. Pengingkaran terhadap wahyu atau setiap nabi yang diperkenalkan oleh al-Qur’an bermakna pengingkaran terhadap Islam....š

 

 

Kajian Adyan

 

 

Perjanjian Lama dalam Teraju Sains

Hanya beberapa hal yang  termaktub dalam  Perjanjian Lama,  dan  demikian juga dalam Perjanjian Baru yang menimbulkan konfrontasi  dengan  pengetahuan  modern.  Tetapi  jika terdapat  hal-hal  yang  tidak sesuai antara teks Bibel dan Sains, maka persoalannya menjadi sangat penting. Dalam bab-bab  yang  terdahulu,  kita  telah  menemukan dalam Bibel kesalahan-kesalahan historis dan kita telah menyebutkan beberapa  masalah  yang  telah  dibicarakan oleh ahli tafsir Yahudi dan Kristen. Para penafsir Kristen condong   untuk   mengecilkan   persoalannya.   Mereka berpendapat  bahwa adalah wajar jika seorang pengarang buku agama menyajikan  fakta-fakta  sejarah  dengan menghubungkannya  dengan masalah teologi, menulis sejarah untuk keperluan agama. Kita akan melihat dalam Injil  Matius, sikap yang  bebas terhadap sesuatu kenyataan, dan kita dapatkan   tafsiran-tafsiran  yang  tujuannya  untuk menjadikan yang  keliru menjadi  benar;  pemikiran yang obyektif dan logis tidak akan merasa puas dengan cara yang demikian.....š

 

Pencerahan

 

 

Fir'aun yang Menyeruku kepada al-Qur'an

Pihak pengelola yang budiman, konsep keagamaan dewasa ini banyak dikaitkan dengan konsep budaya yang berkembang pada masyarakat tempat agama itu tumbuh dan berkembang. Islam misalnya, ia tumbuh dan berkembang di semenanjung Arab dan dalam tubuh Islam kita dapat saksikan kekentalan budaya dan tradisi Arab. Atau pada budaya India yang banyak mempengaruhi agama-agama seperti Hindu dan Budha. Pengaruh budaya pada agama atau agama pada budaya merupakan sebuah permasalahan yang cukup aktual dalam pembahasan dan riset keagamaan belakangan ini.  Permasalahan inti sebenarnya berkisar pengaruh-mempengaruhi terjadi antara agama dan budaya yang seringkali disebutkan secara berdampingan yang terkadang dimaksudkan untuk menegaskan sisi-sisi budaya yang terdapat pada agama dan agama pada budaya. Kini pertanyaan yang ingin diutarakan di sini adalah definisi apa agama dan budaya itu lalu bagaimana hubungan yang terdapat di antara keduanya? Dapatkah kita katakan bahwa agama itu adalah budaya itu sendiri atau sebaliknya? Seberapa tinggi budaya Arab melakukan penetrasi dalam Islam? Terima kasih ....š

 

Forum Tanya & Jawab

 

 

Pertautan Agama dan Budaya? 

Pihak pengelola yang budiman, konsep keagamaan dewasa ini banyak dikaitkan dengan konsep budaya yang berkembang pada masyarakat tempat agama itu tumbuh dan berkembang. Islam misalnya, ia tumbuh dan berkembang di semenanjung Arab dan dalam tubuh Islam kita dapat saksikan kekentalan budaya dan tradisi Arab. Atau pada budaya India yang banyak mempengaruhi agama-agama seperti Hindu dan Budha. Pengaruh budaya pada agama atau agama pada budaya merupakan sebuah permasalahan yang cukup aktual dalam pembahasan dan riset keagamaan belakangan ini.  Permasalahan inti sebenarnya berkisar pengaruh-mempengaruhi terjadi antara agama dan budaya yang seringkali disebutkan secara berdampingan yang terkadang dimaksudkan untuk menegaskan sisi-sisi budaya yang terdapat pada agama dan agama pada budaya. Kini pertanyaan yang ingin diutarakan di sini adalah definisi apa agama dan budaya itu lalu bagaimana hubungan yang terdapat di antara keduanya? Dapatkah kita katakan bahwa agama itu adalah budaya itu sendiri atau sebaliknya? Seberapa tinggi budaya Arab melakukan penetrasi dalam Islam? Terima kasih ....š

 

 

 

Akhir Update:

 11 August, 2009

 

Aktualita...

bullet

Tugas Syariat; Beban atau Rahmat

bullet

Cahaya Segala Cahaya....

bullet

Semesta ini Acak atau Teratur? ...

bullet

Soroush dan Teorinya; Al-Qur'an Produk Nabi ! ....

bullet

Manusia antara Humanisme Materialis dan Agamis ....

bullet

Mizan Keadilan Tuhan [3] ....

bullet

Pertautan Agama dan Budaya?...

bullet

Keteraturan di Seantero Semesta ...

 

 

 

Terimakasih atas kunjungan Anda