Sebagian
orang berpendapat bahwa jika Tuhan adalah pengasih dan penyayang
lalu mengapa Tuhan membebani hamba-hambanya dengan setumpuk
kewajiban dan taklif yang telah membuat mereka bersusah paya dan
mengalami berbagai bentuk kesulitan hidup di dunia ini,dan
disebabkan kelalaian dan pelanggaran mereka atas sebagian taklif
atau kewajiban-kewajiban yang ada mereka harus disiksa,
sesungguhnya apa pentingnya sebuah taklif? dan mengapa mesti ada
siksaan?
Manusia di zaman modern senantiasa
ingin bebas dan melepaskan diri dari segala bentuk
batasan,belenggu dan berbagai ikatan.Agama dan syariat dipandang
sebagai aturan dan batasan-batasan yang mengikat kaki dan tangan
manusia, jika di zaman ini kepercayaan terhadap Tuhan masih
harus berlanjut dan dipertahankan maka hanya Tuhan cintalah yang
layak untuk diperkenalkan,yaitu Tuhan yang selalu mengasihi dan
menyayangi hamba-hambanya dan tidak menghendaki mereka untuk
bersusah paya dan juga tidak akan pernah melarang atau memberi
perintah,Tuhan yang senantiasa memberi kebebasan kepada manusia
dan membiarkan mereka untuk melakukan apa saja yang mereka
inginkan dan pada akhirnya mereka akan ditempatkan atau
dimasukkan kedalam surga kenikmatan-Nya dan tidak ada lagi
berita tentang siksaan dan hari perhitungan.Tuhan seperti inilah
yang dapat diterima di zaman modern.. ...š
Manusia
Antara Humanisme Materialis dan Agamis
Melacak
asal-usul manusia menjadi landasan pokok setiap pandangan dunia.
Setiap diskusi tentang bagaimana manusia harus hidup membawa
kita kembali pada masalah asal-usul manusia. Jawaban yang
diberikan ilmu ataupun agama mengenai masalah ini saling
bertentangan, sebagaimana yang juga terjadi dengan
masalah-masalah lain.
Ilmu memandang asal-usul manusia sebagai akibat dari suatu
proses panjang evolusi dari bentuk kehidupan rendah di mana
tidak ada perbedaan jelas antara hewan dan manusia. Anggapan
ilmu bahwa seseorang adalah manusia ditentukan oleh fakta-fakta
material eksternal; berjalan tegak, membuat alat, atau berbicara.
Di sini manusia adalah anak alam dan terus demikian adanya. Soal
manusia merupakan produk evolusi ataukah “diciptakan” mengarah
kepada pertanyaan selanjutnya: siapakah manusia itu? Apakah ia
merupakan bagian dari dunia atau sesuatu yang berbeda dari dunia?...š
Artikel
Cahaya Segala Cahaya
Syaikh
Syihabuddin Abul Futuh Yahya Suhrawardi yang lebih dikenal
sebagai Syaikh Isyraq, Syihab al-Maqtul, Syaikh al-Maqtul,
adalah founding father Filsafat Isyraq dan salah
seorang filosof besar Islam pada abad ke 6 Miladi (587 H). Ia
lahir pada tahun 549 H/1154 M di kota Suhraward bagian barat
laut Iran. Setelah menyelesaikan studi ilmu filsafat dan ushul
fiqih di Maragah, dari Majduddin Jili yang juga merupakan guru
Fakhrurazi, dan di Isfahan, ia melewati hidupnya beberapa tahun
di barat daya Anatolia. Setelah itu ia pindah ke Halab (Aleppo,
Suriah) tahun 579 H/1183 M. Di tempat ini ia mengajar dan
menjadi teman gubernur, al-Malik al-Zahir al-Ghazi (putra
Salahuddin Al-Ayyubi). Penghormatan yang berlebihan dari
gubernur ini membuat iri dan hasad para ulama fiqih Sunni. Dan
di kota ini ia dituding oleh para fuqaha masa itu, dan melalui
titah Salahuddin Ayyubi, Syaikh Isyraq ditangkap. Dan dengan
alasan yang dibuat-buat, para ulama itu mendesak Shalahuddin
Ayyubi untuk menghukum pancung Syaikh Iysraq. Akhirnya ia
syahid pada tahun 587 H/1179 M di kota Halab......š
Pustaka
Semesta ini
Acak atau Teratur?
Si
pemuda tidak tidur malam itu. Sebaliknya, ia menghabiskan malam
itu dengan mengerjakan shalat dan sujud. Ia menengadahkan
tangannya memanggil Tuhan, dan melupakan bahwa lengannya telah
capek. Ia membaca bagian-bagian yang lain dari doa-doa yang ia
hafal, mengulang-ngulang beberapa kalimat, mendongakkan
kepalanya dan melihat ke angkasa raya yang dihiasi gemilau
pendaran cahaya purnama, sedemikian sehingga tiada bintang yang
terlihat. Seolah-olah bintang gemintang membiarkan purnama yang
lebih besar dan lebih kuat mengambil alih tempatnya. Pada saat
itu, anak muda itu mengingat sebuah ayat dari al-Qur’an: “Segala
yang ada di langit dan di bumi bersujud di hadapan Allah.” Bintang-gemintang
dan planet-planet bersujud di hadapan Tuhan. “Mereka seluruhnya
beribadah,” katanya. “Mereka melakukan apa yang tengah kulakukan,
atau sebaliknya saya yang melakukan sesuatu yang tengah mereka
lakukan.” Lalu ia menatap bulan yang tunduk dan
bintang-gemintang dalam gugusannya. Ia membayangkan langit
sebagai masjid agung dimana bulan bertindak sebagai seorang imam
bagi bintang-gemintang dalam kebesarannya beribadah kepada Allah
Swt......š
Ragam Pandangan Dunia
Dengan
memperhatikan masalah-masalah fundamental pandangan dunia,
dengan mudah dapat dipahami bahwa masalah-masalah seperti ini
tidak berhubungan dengan masalah ilmu, yang mana tidak dapat
dibuktikan dengan metode ilmu (eksperimentasi), karena setiap
ilmu, membahas hukum-hukum dan objek-objek tertentu. Hukum-hukum
yang hanya berhubungan dengan objek tersebut yang dapat
diselidiki, misalnya fisika dari hal-hal lahir materi dan energi,
dan kimia dari analisis dan susunan unsur-unsur materi dan
hubungan-hubungan internalnya, dan fisiologi dari kualitas kerja
organ-organ makhluk hidup. Psikologi membahas mengenai
keadaan-keadaan kejiwaan manusia, dan masing-masing hukum
tersebut memiliki karakteristik khusus pada objeknya sendiri
yang akan dibahas. Dengan demikian, jelaslah bahwa
masalah-masalah psikologi tidak dapat dipecahkan dengan
rumus-rumus fisika atau kimia, atau hukum-hukum fisiologi tidak
dapat digeneralisasikan terhadap benda yang tak bernyawa.....š
Kontemplasi
Air Hujan
Apakah
Anda tahu bahwa semua air tawar yang ada di bumi ini bersumber
dari air asin? Seperempat dari bumi ini, adalah kering dan tiga
perempatnya adalah terbentuk dari air-air laut yang asin dan
semua air tawar yang dicurahkan oleh hujan berasal dari air asin.
Dia yang menyuling air-air laut dan Dia pula yang memberikan air
tawar kepada tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, dan kepada manusia.
Sistem yang dipakai untuk menyuling air-air laut tersebut
tidaklah kecil, sedemikian besarnya sistem penyulingan ini
sehingga seluruh air laut dapat terwadahi. Sistem penyulingan
air laut ini adalah buatan Dia, bukan buatan tangan manusia yang
beroperasi di bawah panas. Sistem penyulingan air laut ini
sebagaimana telah dibuat bekerja karena panas. Matahari yang
ribuan kali lebih besar daripada bumi, membuat panas air-air
laut. Air itu menguap. Uapan air ini kemudian ke atas. Dan terus
ke atas. Angin membantu uapan air ini menuju ke atas. Uapan ini
di angkasa yang luas berkumpul. Selanjutnya terbentuklah awan.
Awan-awan tersebut bergerak mendekati bumi dan terjadilah
penggumpalan dan turunlah hujan. Sungai dan kali akan mengalir.
Bumi akan kembali hidup.....š
Menjelajah Ufuk
Keseimbangan di Planet Bumi
Filsafat
materialis menawarkan satu saja penjelasan untuk keter-aturan
dan keseimbangan yang ada di alam semesta: peristiwa kebetulan.
Menurut klaim ini, seluruh alam semesta terbentuk melalui
serangkaian peristiwa kebetulan. Namun, jika kita meneliti alam
semesta ini secara sekilas, kita melihat bahwa klaim ini sungguh
tidak benar. Suatu kebetulan hanya akan menimbulkan kekacauan,
padahal di alam semesta ini kita melihat keteraturan di
mana-mana. Keteraturan ini membuktikan kekuasaan Allah yang
abadi, Yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan lalu
memberinya bentuk. Ketika menjelajahi alam semesta, kita
menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempati ini
hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada
padanya, bumi diciptakan dengan kese-imbangan yang luar biasa
stabil, yang membuatnya cocok bagi berlang-sungnya kehidupan
makhluk hidup. Jarak bumi dari matahari, kemiringan sumbu bumi
terhadap orbit, keseimbangan dalam atmosfer, kecepatan rotasi
bumi pada sumbunya, kecepatannya mengelilingi matahari, fungsi
laut dan gunung di bumi, sifat-sifat dan interaksi di antara
makhluk hidup, semua ini hanyalah beberapa unsur dari
keseimbangan ekologis yang terdapat di bumi....š
Dialog
Interfaith
38 Titah dan 10 Perintah dalam Islam dan Kristen
Sepuluh
Perintah hanyalah bagian kecil dari perintah-titah al-Qur’an.
Islam menitahkan para pengikutnya untuk menjauhi banyak hal.
Beberapa dari perintah tersebut adalah haram lantaran
bertentangan dengan doktrin-doktrin yang harus diyakini oleh
seorang Muslim. Beberapa dari perintah tersebut dilarang (haram)
lantaran bersifat tidak bermoral atau tidak etis atau tidak
sehat atau hal tersebut melambangkan pembangkangan terhadap
tugas-tugas ritual. Larangan-larangan ini dipandang dalam Islam
sebagai perintah-perintah, melanggar larangan ini bermakna
perbuatan dosa. Seorang Muslim dilarang untuk: 1.
Menisbatkan seorang sekutu atau mitra bagi Tuhan:
“Janganlah kamu adakan Tuhan yang lain di samping Allah, agar
kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).”
(Qs. Al-Isra [17]:22) 2.
Mengingkari diturunkannya wahyu Ilahi kepada para nabi-Nya.
3.
Mengingkari setiap nabi yang diperkenalkan al-Qur’an, seperti
Yesus, Musa, Ibrahim, Nuh. Pengingkaran terhadap wahyu atau
setiap nabi yang diperkenalkan oleh al-Qur’an bermakna
pengingkaran terhadap Islam....š
Kajian Adyan
Perjanjian Lama dalam Teraju Sains
Hanya
beberapa hal yang termaktub dalam Perjanjian Lama, dan
demikian juga dalam Perjanjian Baru yang menimbulkan konfrontasi
dengan pengetahuan modern. Tetapi jika terdapat hal-hal
yang tidak sesuai antara teks Bibel dan Sains, maka
persoalannya menjadi sangat penting. Dalam bab-bab yang
terdahulu, kita telah menemukan dalam Bibel
kesalahan-kesalahan historis dan kita telah menyebutkan beberapa
masalah yang telah dibicarakan oleh ahli tafsir Yahudi dan
Kristen. Para penafsir Kristen condong untuk mengecilkan
persoalannya. Mereka berpendapat bahwa adalah wajar jika
seorang pengarang buku agama menyajikan fakta-fakta sejarah
dengan menghubungkannya dengan masalah teologi, menulis sejarah
untuk keperluan agama. Kita akan melihat dalam Injil Matius,
sikap yang bebas terhadap sesuatu kenyataan, dan kita dapatkan
tafsiran-tafsiran yang tujuannya untuk menjadikan yang
keliru menjadi benar; pemikiran yang obyektif dan logis tidak
akan merasa puas dengan cara yang demikian.....š
Pencerahan
Fir'aun yang Menyeruku kepada al-Qur'an
Pihak
pengelola yang budiman, konsep keagamaan dewasa ini banyak
dikaitkan dengan konsep budaya yang berkembang pada masyarakat
tempat agama itu tumbuh dan berkembang. Islam misalnya, ia
tumbuh dan berkembang di semenanjung Arab dan dalam tubuh Islam
kita dapat saksikan kekentalan budaya dan tradisi Arab. Atau
pada budaya India yang banyak mempengaruhi agama-agama seperti
Hindu dan Budha. Pengaruh budaya pada agama atau agama pada
budaya merupakan sebuah permasalahan yang cukup aktual dalam
pembahasan dan riset keagamaan belakangan ini. Permasalahan
inti sebenarnya berkisar pengaruh-mempengaruhi terjadi antara
agama dan budaya yang seringkali disebutkan secara berdampingan
yang terkadang dimaksudkan untuk menegaskan sisi-sisi budaya
yang terdapat pada agama dan agama pada budaya. Kini pertanyaan
yang ingin diutarakan di sini adalah definisi apa agama dan
budaya itu lalu bagaimana hubungan yang terdapat di antara
keduanya? Dapatkah kita katakan bahwa agama itu adalah budaya
itu sendiri atau sebaliknya? Seberapa tinggi budaya Arab
melakukan penetrasi dalam Islam? Terima kasih ....š
Forum Tanya & Jawab
Pertautan Agama dan Budaya?
Pihak
pengelola yang budiman, konsep keagamaan dewasa ini banyak
dikaitkan dengan konsep budaya yang berkembang pada masyarakat
tempat agama itu tumbuh dan berkembang. Islam misalnya, ia
tumbuh dan berkembang di semenanjung Arab dan dalam tubuh Islam
kita dapat saksikan kekentalan budaya dan tradisi Arab. Atau
pada budaya India yang banyak mempengaruhi agama-agama seperti
Hindu dan Budha. Pengaruh budaya pada agama atau agama pada
budaya merupakan sebuah permasalahan yang cukup aktual dalam
pembahasan dan riset keagamaan belakangan ini. Permasalahan
inti sebenarnya berkisar pengaruh-mempengaruhi terjadi antara
agama dan budaya yang seringkali disebutkan secara berdampingan
yang terkadang dimaksudkan untuk menegaskan sisi-sisi budaya
yang terdapat pada agama dan agama pada budaya. Kini pertanyaan
yang ingin diutarakan di sini adalah definisi apa agama dan
budaya itu lalu bagaimana hubungan yang terdapat di antara
keduanya? Dapatkah kita katakan bahwa agama itu adalah budaya
itu sendiri atau sebaliknya? Seberapa tinggi budaya Arab
melakukan penetrasi dalam Islam? Terima kasih ....š