Salah seorang sahabat kami mahasiswa teknik di sebuah
institut datang kepada saya dan berkata: Kami mempunyai
seorang teman komunis, dia selalu saja mengganggu kami
dengan berkata: "Tuhan itu tidak ada, Muhammad tidak
lebih baik dari Lenin dan Stallin", apa yang harus kami
lakukan pada orang ini?
Saya berkata: Bawa dia ke sini.
Dia (sahabat saya) berkata: Dia seorang komunis yang
sangat fanatik, dan dia tidak mau berhadapan dan bertemu
dengan ulama, karena dia menolak dan tidak menerima
keberadaan ulama-ulama tersebut.
Saya berkata: Usahakanlah dia bisa datang ke sini.
Selang beberapa waktu kemudian sahabat saya pun datang
dan berkata: Dia akan datang pada hari raya.
Saya berkata: Hari raya saya banyak aktifitas perjalanan
dan bepergian, saya tidak punya waktu untuk berdialog.
Dia berkata: Kami sepakat seperti ini.
Saya berkata: Tidak apa-apa.
Pada hari raya sahabat saya bersama komunis tersebut
datang. Dia menjadi kaget melihat sekumpulan orang-orang
dari berbagai kalangan masyarakat, dan para pemuda.
Saya berkata pada dia (komunis): Hari ini saya tidak
bisa berdialog dengan anda, besok pagi saya punya waktu
banyak.
Dia (komunis) berkata: Baiklah.
Besok paginya sesuai dengan waktu yang dijanjikan
kedua-duanya datang bersama sekumpulan mahasiswa dan
juga beberapa dosen institut.
Saya berkata: Silahkan anda berbicara.
Dia tidak berbicara apa-apa.
Saya berkata: Tidak usah malu-malu, siapa saja yang mau
dan senang boleh memulai.
Sahabat saya berkata: Teman saya ini adalah mahasiswa
tekhnik di institut dan dia mengingkari keberadaan Tuhan
serta berkata: Lenin lebih baik dari pada Muhammad Saw.
Saya menatap ke dia (komunis) dan berkata: Betulkah apa
yang dikatakan sahabat saya itu?
Dia berkata: Iya, betul yang dia katakan.
Saya mengeluarkan sebuah pulpen dan berkata: Apakah
pulpen yang ada di tangan saya ini dibuat oleh seseorang?
Dia berkata: Tentu saja iya.
Saya berkata: Apakah kain gorden yang dipasang di
jendela kamar ini ada pembuatnya?
Dia berkata: Pasti iya.
Saya berkata: Dengan dalil dan bukti apa anda mengatakan
bahwa semua ini ada pembuatnya?
Dia berkata: Hal ini sangat jelas.
Saya berkata: Apakah anda melihat siapa yang membuat
semua ini?
Dia berkata: Melihat pembuatnya bukanlah sebuah
kelaziman dan keharusan.
Saya berkata: Oleh karena itu, alam semesta ini,
matahari, bulan, tumbuh-tumbuhan, air, hewan dan manusia
mempunyai seorang pencipta dan penciptanya itu adalah
Allah Swt.
Dia berkata: Saya tidak melihat Tuhan.
Saya berkata: Sama seperti anda tidak melihat siapa
pembuat pulpen dan kain gorden tersebut. Dia menjadi
diam dan tidak menjawab apa-apa.
Dia berkata: Baiklah, siapa yang mengatakan bahwa
Muhammad lebih baik dari pada Lenin?
Saya berkata: Saya yang berkata, dan juga ratusan juta
umat Islam mengatakan hal yang sama.
Dia berkata: Apa dalil dan buktinya?
Saya berkata: Pada saat ini dimana saya sangat
menghormati anda, saya mengenal Lenin tidak lebih dari
seorang presiden sama seperti Hitler dan Musolini, dan
mereka ini tidak layak untuk dibandingkan dengan pribadi
Muhammad Saw.
Dia berkata: Lenin tidak sama dengan orang-orang yang
anda sebutkan tadi.
Saya berkata: Kenapa?
Dia berkata: Karena Lenin membawa paham humanisme.
Saya berkata: Apa paham humanisme tersebut?
Dia berkata: Yaitu yang membebaskan dan memerdekakan
masyarakat dari cengkraman para penguasa.
Saya berkata: Saya tidak suka dan tidak senang berdebat
dan berbantah-bantahan dengan anda. Oleh karena itu,
sebut saja Lenin sama seperti Ghandi dan Lincoln, yang
mana mereka ini telah melepaskan dan membebaskan rakyat
mereka dari kezaliman dan penindasan para penguasa dan
imperialis. Oleh sebab itu, apa nilai lebih yang
dimiliki Lenin atas orang-orang tersebut? Kendatipun
saya mempunyai pandangan khusus tentang Lenin.
Dia pun tak menjawab.
Dia berkata: Lalu dengan dalil apa anda mengatakan bahwa
Muhammad lebih baik dari Lenin?
Saya berkata: Saya memuliakan Muhammad Saw sebagai
seorang utusan Allah Swt dan saya meyakini bahwa beliau
Saw bukan bandingan Lenin.
Dia berkata: Apa yang ada padanya sehingga anda
memuliakannya dan dengan dalil dan bukti apa anda
mengatakan dia utusan Tuhan?
Saya berkata: Karena Muhammad telah membawa
aturan-aturan hidup yang terbaik untuk manusia, dan tak
seorang pun manusia mampu membuat sesuatu yang sama
dengan al-Qur'an, dan ini adalah sebaik-baiknya dalil
bahwa yang mulia Muhammad Saw adalah utusan dari Allah
Swt.
Dia berkata: Apa keagungan dan kemuliaan al-Qur'an dan
apa relevansi antara diturunkannya al-Qur'an dan
kenabian Muhammad?
Saya berkata: Adapun dalil tentang keagungan al-Qur'an
adalah bahwa aturan atau undang-undang yang ada dalam
al-Qur'an bisa diterapkan kapan dan dimana saja. Di
samping itu karena keagungannya maka al-Qur'an mempunyai
posisi disiaran dunia dan disiarkan serta diperdengarkan
oleh pemancar-pemancar radio internasional, baik itu
radio-radio umat Islam maupun radio-radio musuh Islam
seperti radio London, suara Amerika, radio Israel, dan
lainnya. Padahal di dunia ini telah jutaan buku yang
ditulis namun tak satu pun buku atau kitab yang sama
seperti al-Qur'an yaitu mampu memposisikan dirinya
sebagai the best of book.
Bukankah ini adalah dalil dan bukti terbaik akan
keagungan al-Qur'an?
Dia berkata: Radio negara-negara Islam menyiarkan
bacaan-bacaan al-Qur'an karena mereka adalah pengikut
al-Qur'an sementara radio-radio barat juga menyiarkan
bacaan-bacaan al-Qur'an hanya sekedar ingin menarik
perhatian umat Islam.
Saya berkata: Lalu kenapa radio-radio komunis tidak
menyiarkan pandangan-pandangan komunis Marxisme, dan
kenapa orang-orang selain komunis tidak menyiarkan
kitab-kitab komunis tersebut di radio-radio mereka, dan
demikian juga kitab-kitab seperti Taurat, Injil dan
lain-lain tidak disiarkan?
Dia tak menjawab.
Dia berkata: Baiklah, dalil apa yang dimiliki al-Qur'an
yang menyatakan bahwa pembawanya adalah Nabi?
Saya berkata: karena al-Qur'an sendiri yang mengajak dan
menawarkan tantangan kepada seluruh manusia untuk
membuat al-Qur'an tandingan. Akan tetapi, sejak dari
zaman Nabi Saw sampai sekarang -yaitu sekitar 14 abad
telah berlalu- tidak satu pun orang yang mampu membuat
satu surat yang sama seperti surat-surat yang ada dalam
al-Qur'an.
Dia berkata: Ini kan hal yang sangat mudah, sekarang
juga saya bisa membuat satu surat yang sama dengan al-Qur'an.
Saya berkata: Anda membaca al-Qur'an?
Dengan terang-terangan dia berkata: Saya tidak membaca
al-Qur'an.
Saya berkata: Oleh karena itu, kalau sepotong ayat saja
anda belum pernah melihat sama sekali, bagaimana bisa
mengklaim bahwa anda bisa membuat surat seperti surat
al-Qur'an?
Dia menjawab: Tidak.
Saya berkata: Pertama anda harus membaca al-Qur'an dan
kenalilah metode yang digunakannya kemudian setelah itu
baru anda bisa mengatakan saya bisa membuat satu surat
yang mirip dan sama seperti al-Qur'an.
Dia berkata: Lalu kenapa Nabi Muhammad menikah dengan
banyak wanita?
Saya berkata: Berapa jumlah wanita yang dinikahi Nabi
Muhammad Saw?
Dia berkata: Saya tidak tahu.
Saya berkata: Lalu dari mana anda tahu bahwa Nabi Saw
menikah dengan banyak wanita?
Dia pun menjadi diam.
Kemudian saya berkata: Pada zaman Rasulullah Saw -disebabkan
peperangan yang terjadi antara kabilah-kabilah Arab-
jumlah laki-laki sangat minim sementara jumlah wanita
yang tidak punya tempat sandaran hidup semakin melonjak.
Oleh karena itu, pada zaman Nabi Saw sudah menjadi adat
jika setiap laki-laki menikah dengan beberapa orang
wanita. Kalau kaum lelaki tidak menikah dengan banyak
wanita maka betapa banyak wanita yang akan hidup tanpa
seorang suami. Mana yang lebih baik, apakah para wanita
hidup tanpa bersuami ataukah setiap lelaki menikah
beberapa wanita dan memiliki beberapa istri?
Dia berkata: Yang kedua lebih baik.
Saya berkata: Oleh karena itu, menurut anda Nabi
Muhammad Saw melakukan perbuatan yang lebih baik,
kemudian saya berkata: Masih banyak jawaban lain tentang
kenapa Nabi Saw mempunyai bebarapa istri, namun, saat
ini saya tidak punya waktu untuk menjelaskan hal itu.
Dia berkata: Apakah (ajaran) Nabi yang diutus pada 14
abad yang lalu masih bisa diterapkan untuk masa sekarang
ini?
Saya berkata: Apa pendapat anda tentang masyarakat yang
hidup pada abad-abad lalu, apakah masih punya
kemaslahatan jika diterapkan untuk masa kita sekarang
ini?
Dia berkata: Menurut saya jangankan hal ini,
undang-undang yang kurang dari seabad saja sudah tidak
layak dan tidak pantas untuk diterapkan pada masa
sekarang ini.
Saya berkata: Lalu kenapa anda mempercayai komunisme,
padahal undang-undang atau aturannya bersumber dari
penjelasan-penjelasan Komunis Marxisme yang disusun
sejak setengah abad yang lalu?
Dia tak menjawab.
Kemudian saya memberikan penjelasan kepadanya bahwa
aturan-aturan Rasulullah Saw adalah sebuah aturan yang
mengandung nilai-nilai insani yang bisa diterapkan kapan
dan dimana saja, seperti undang-undang keadilan, ihsan (berbuat
baik), kerjasama, tolong menolong, ibadah, akhlak, dan
lain-lain.
Dia berkata: Akhlak adalah sebuah bentuk lamunan dan
angan-angan kaum borjuis.
Saya berkata: Kalau salah seorang anggota partai anda
berkhianat pada partai, apakah orang tersebut termasuk
anggota yang baik atau buruk?
Dia berkata: Anggota buruk.
Saya berkata: Kalau salah seorang anggota mempunyai
keberanian dan sikap rela berkorban serta memajukan
partai, bagaimana?
Dia berkata: Orang tersebut adalah seorang anggota yang
baik untuk partai.
Saya berkata: Oleh karena itu, akhlak bukanlah
angan-angan kaum borjuis, karena anda sendiri yang
menghukumi bahwa khianat, malas-malasan adalah sifat
buruk dan tercela, sementara berani, pemaaf adalah
sifat-sifat terpuji.
Dia tidak bisa menjawab apa-apa.
Dia berkata: Kalau Islam sebuah agama yang baik, lalu
kenapa kaum muslimin banyak ketinggalan?
Saya berkata: Dikarenakan umat Islam tidak mengamalkan
ajaran agamanya secara baik dan sempurna.
Dia berkata: Apakah umat Islam tidak pernah mengamalkan
ajaran Islam? Dan kemudian dia berkata: Tidak ada satu
pun zaman atau masa umat Islam mau mengamalkan ajaran
agamanya, karena Islam tidak punya kelayakan untuk
diamalkan.
Saya berkata: Siapa yang berkata kepada anda bahwa umat
Islam tidak pernah mengamalkan ajaran agamanya? Bahkan
sebaliknya, aturan-aturan atau undang-undang
negara-negara Islam telah diterapkan dan dilaksanakan
selama satu abad sejak awal mula Islam. Namun sejak hari
itu -dimana umat Islam tidak lagi menerapkan atau
meninggalkan sama sekali aturan dan undang-undang Islam
dan mengimpor aturan dan undang-undang dari barat dan
timur- kondisi umat Islam mengalami perubahan yang
mengecewakan seperti yang anda saksikan saat ini.
Kemudian saya berkata kepadanya: Seperti yang dikatakan
dan diakui oleh para pemimpin komunisme bahwa sampai
saat ini paham komunisme betul-betul belum diamalkan dan
diterapkan. Lalu dengan dalil dan bukti apa anda menjadi
pengikut komunis dan bekerja untuknya?
Dia berkata: Saya akan terus berusaha sehingga komunisme
betul-betul diterapkan dan diamalakan.
Saya berkata: Lalu kenapa anda tidak berusaha sehingga
ajaran Islam betul-betul terlaksana?
Dia berkata: Islam adalah sebuah agama imperialis,
karena dia datang dan menjadikan bangsa Arab lebih utama
dan lebih baik dari seluruh bangsa dan negara yang ada.
Saya berkata: Akan tetapi, Islam sendiri mengingkari
omong kosong ini.
Dia berkata: Bagaimana?
Saya berkata: Karena Islam mengatakan dalam al-Qur'an:
"Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang
paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
mengetahui lagi Maha Mengenal." (Q.S. al-Hujurat
[49] ayat 13)
Anda lihat bahwa Islam tidak mengatakan: Orang yang
paling mulia di sisi Allah Swt di antara kalian adalah
orang-orang arab.
Dan Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada yang
membedakan antara orang Arab dan non-Arab (ajam) kecuali
ketaqwaannya". Beliau tidak mengatakan:"orang
Arab lebih baik dari non-Arab".
Dia berkata: Saya tidak pernah mendengar ungkapan dan
perkataan ini.
Saya berkata: Karena anda tidak mengenal Islam.
Dia berkata: Kalau Rasulullah seorang yang bijak dan
ahli hikmah, lalu kenapa dia tidak membuat undang-undang
atau aturan yang bisa mencegah terjadinya ikhtilaf dan
perpecahan di antara umat Islam?
Saya berkata: Kenapa kaum komunis tidak membuat
undang-undang atau aturan yang bisa mencegah terjadinya
ikhtilaf di antara mereka?
Dia berkata: Komunis memiliki aturan dalam hal ini.
Saya berkata: Apa dalilnya bahwa Lenin, Stallin, dan
Gorbachef satu dengan yang lain tidak saling bertikai
dan berikhtilaf, kenapa Bulghanin dan Terutiski
berperang, dan kenapa sampai sekarang masih terjadi
konflik internal di tubuh partai-partai komunis?
Dia berkata: Sebagian kaum komunis itu adalah komunis
gadungan.
Saya berkata: Sebagian umat Islam juga seperti itu. Pada
dasarnya Rasulullah Saw menetapkan banyak aturan dan
undang-undang dengan tujuan menyatukan umat Islam, al-Qur'an
dalam hal ini menyatakan: "Dan taatlah kepada Allah
dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan,
yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang
kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar." (Q.S. al-Anfâl [8] ayat
46)
Dia berkata: Sekarang perintah apa yang akan anda
berikan pada saya?
Saya berkata: Keluar dan tinggalkanlah partai komunis
dan amalkanlah ajaran Islam serta ajaklah masyarakat
menuju Islam.
Dia berkata: Maksud anda adalah saya masuk anggota
organisasi Ikhwanul Muslimin?
Saya berkata: Tidak, saya tidak mengatakan masuklah
anggota organisasi Ikhwanul Muslimin.
Dia berkata: Sudah masyhur bahwa anda ini adalah salah
seorang anggota Ikhwanul Muslimin.
Saya berkata: Ini adalah salah satu tuduhan yang saya
tidak akan pernah mempercayainya, saya bukan anggota
dari Ikhwanul Muslimin.
Dia berkata: Lalu kenapa anda bekerja dan aktif untuk
Islam?
Saya berkata: Karena saya -insyaallah- seorang muslim
dan Islam memerintahkan kepada para pengikutnya supaya
senantiasa berusaha dan bekerja keras dalam menjalankan
aturan dan undang-undang Islam.
Dia berkata: Kalau saya keluar dari partai komunis, maka
saya harus masuk partai Islam yang mana?
Saya berkata: Menurut pandangan saya Islam tidak
membutuhkan partai.
Dia berkata: Lalu bagaimana saya bekerja untuk Islam?
Saya berkata: Anda bisa bekerja sama dengan seluruh umat
Islam.
Dia berkata: Apa bedanya antara partai dengan jemaat?
Saya berkata: Jemaat adalah kelompok yang sangat aktif,
mereka tidak memiliki satu konsep saja. Akan tetapi,
partai memiliki konsep pemikiran tersendiri dan khusus.
Misalnya di Iran terdapat banyak organisasi yang aktif
dalam memerangi dan menentang agama-agama dan
aliran-aliran sesat, padahal mereka tidak mempunyai
partai.
Dia berkata: Kalau saya bekerja untuk Islam maka negara
akan menentang dan memerangi saya.
Saya berkata: Memangnya dulu ketika anda bekerja untuk
komunis pemerintah juga menentang dan memerangi anda?
Dia berkata: Saya bekerja -untuk komunis- secara
sembunyi-sembunyi, dan mereka mengatakan bahwa Islam
tidak membolehkan aktifitas-aktifitas yang bersifat
sembunyi-sembunyi.
Saya berkata: Aktifitas sembunyi-sembunyi itu memiliki
dua makna: pertama, yaitu aktifitas anda didasari
dengan sembunyi-sembunyi, dimana bekerja dengan
sembunyi-sembunyi menjadi bagian pokok dari program
aktifitas-aktifitas tersebut, ini yang dilarang.
Kedua, yaitu anda kadang-kadang melakukan aktifitas
secara sembunyi-sembunyi dengan alasan demi menjaga
nyawa, harta dan harga diri anda dan umat Islam. Oleh
karena itu, ketika kondisi aman maka tidak ada aktifitas
yang bersifat sembunyi-sembunyi. Namun ketika dirasakan
berbahaya maka diperbolehkan. Dan inilah bentuk dan
makna sembunyi-sembunyi yang dianggap baik serta
dianjurkan Islam. Dan dengan maksud ini pula maka
ditetapkanlah sebuah aturan yang disebut taqiyyah.
Sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Qur'an: "Janganlah
orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi
wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang
siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari
pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara
diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah
memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya
kepada Allah kembali (mu)." (Q.S. Ali Imran [3]
ayat 28)
Dia berkata: Saya telah banyak mengambil waktu anda dan
saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesabaran anda.
Saya berkata: Saya juga mengucapkan banyak terima kasih
kepada anda karena anda menerima hakikat dan kebenaran
tanpa permusuhan dan keras kepala.[www.wisdoms4all.com]