Dialog Interfaith

 

 

 

DIALOG ANTARA MUSLIM DAN KRISTEN [16]

 

 

 

Nubuat Kemenangan Kristen

 

Wilson: Saya sering bertanya-tanya ihwal ayat-ayat Qur'an yang termaktub pada surah ar-Rum (surah 30). Ayat-ayat dalam surah tersebut berhubungan dengan masa depan orang-orang Roma dan nubuat kemenangan mereka atas musuh-musuhnya:

Alif Lām Mīm. Telah dikalahkan bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka kalah dan menang itu). Dan di hari itu orang-orang yang beriman bergembira (lantaran suatu kemenangan yang lain). Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Sebagai janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Qs. Rum [30]:1-6)

Saya ingin mendengar ulasan Anda tentang ayat-ayat ini yang nampaknya mengandung sebuah nubuat yang  tepat, sebagaiman saya ingin tahu apakah nubuat ini benar-benar terjadi.

 

Chirri: Pada dekade pertama abad ke-VII, sebuah peperangan meletus antara dua kekuatan besar pada waktu itu, emperium Persia dan Byzantium (Roma). Perang tersebut berlanjut hingga lebih dari dua puluh dua tahun, dan emperium Persia yang keluar sebagai pemenang. Encyclopaedia Britannica melukiskan situasi yang berkembang pada masa itu:

"Lasykar emperium Persia menaklukkan Suriah dan Asia Kecil, dan pada tahun 608 bergerak maju hingga Chaledon. Pada tahun 613 dan 614, Damaskus dan Yerusalem diambil oleh Jendral Shahaboraz, dan Salib Suci dibawa dalam kemenangan. Tidak lama berselang, bahkan Mesir pun dapat ditakalukkan. Orang-orang Roma (penduduk emperium Byzantium) hanya dapat menunjukkan perlawanan kecil, karena menderita pertikaian internal dan ditekan oleh Avars dan Slavs. "

Ayat-ayat al-Qur'an dinukil mewahyukan enam atau tujuh tahun pasca pewahyuan pertama yang datang kepada Muhammad. (Hal ini bermakna bahwa ayat-ayat ini diwahyukan pada tahun 615 atau 616). Nubuat yang terkandung di dalamnya adalah bersifat definitif dan mutlak.

Ayat-ayat tersebebut menyebutkan orang-orang Roma yang binasa akan mencapai kemenangan yang gemilang atas orang-orang Persia yang meraih kemenangan dalam jangka waktu sembilan bulan semenjak pewahyuan ini.

Sekali lagi nubuat ini dibuat dalam arah yang berlawanan dengan hasil yang dicapai dari konflik bersenjata tersebut. Diperkirakan bahwa orang-orang Roma akan menderita kekalahan telak, karena lasykar emperium Persia telah terlebih dahulu mencapai gerbang Konstantinopel. Pada masa itu bahkan pemimpin-pemimpin Roma berhati kecut untuk mendapatkan kemenangan kemudian.

Para pemimpin Roma, dengan segala kemahiran dan pengetahuan tempur mereka, tidak dapat mengira kemenangan yang mereka capai. Informasi jelas tidak tersedia bagi Muhammad karena radio, TV, dan alat-alat pos belum lagi tercipta waktu itu. Muhammad,  hidup di Mekkah dan sangat jauh dari Konstantinopel, membuat nubuat kemenangan pada waktu yang telah ditentukan.

Nubuat terpenuhi dalam waktu sembilan tahun setelah ia dibuat. Heraclius, kaisar Roma, bergerak maju ke Northern Media, dimana ia menghancurkan candi besar Gondzak; kemudian pada tahun 623 ia merebut kembali tanah-tanah yang telah diambil oleh pihak musuh.

 

Wilson: Ayat-ayat yang dinukil di atas mengindikasikan bahwa kaum Muslimin sangat konsern terhadap kekalahan orang-orang Roma di tangan orang-orang Persia. Nubuat tersebut nampaknya telah diwahyukan sebagai sebuah ungkapan duka bagi kaum Muslimin, lantaran pada ayat tersebut dikatakan bahwa kaum Mukminin dalam Islam akan bersuka cita atas kemenangan orang-orang Roma. Hal ini sebenarnya mengumumkan sebuah cinta sejati dari kaum Muslimin kepada kaum Kristian.

 

Chirri: Ucapan Anda benar. Kaum Muslimin sebenarnya sangat bersedih mendengar berita kekalahan kaum Kristian pada saat itu. Kaum Kristian adalah Ahli Kitab, dan kaum Muslimin merupakan pengikut dari kitab yang baru, al-Qur'an. Keduanya adalah orang-orang beriman. Oleh karena itu, Kaum Muslimin merasa bahwa ada ikatan erat antara mereka dan kaum Kristian. Mereka merasa bahwa kaum Kristian adalah saudara-saudara mereka dalam agama.

Berita kekalahan bangsa Roma merupakan sebuah berita gembira bagi para penyembah berhala. Mereka bersuka cita atas kekalahan kaum Kristian dan menggolongkan mereka dengan kaum Muslimin, musuh mereka, lantaran kaum Muslimin dan Kristian keduanya merupakan Ahlul Kitab dan menentang penyembahan berhala.

Hubungan antara kaum Kristian dan Muslimin merupakan sebuah hubungan yang bersifat natural. Jika kaum Kristian menerima Muhammad dan kebenarannya dengan hati yang terbuka, sebagaimana kaum Muslimin menerima kebenaran Isa (Yesus), hubungan persaudaraan dapat tetap berlanjut antara para pengikut dua ajaran ini. Namun sayang, kaum Kristian menolak untuk mengakui kenabian Muhammad dan menerima kebenarannya. Peristiwa ini dan yang terjadi selanjutnya pasca wafatnya Nabi Saw merubah suasana natural antara kaum Muslimin dan Kristian.[www.wisdoms4all.com]

 

 

 

Back to Top

 

 

 

Terimakasih atas kunjungan Anda