Nubuat Tentang Masa Depan
Nabi Dan Kenabian
Wilson: Hingga kini kita telah membicarakan
dua jenis pernyataan al-Qur'an tentang masa depan yang tidak
disangka-sangka: Satu tipe mengenai nasib al-Qur'an itu
sendiri, dan yang lain mengenai masa depan Islam. Apakah
al-Qur'an mengemukakan nubuat dan ramalan tentang masa
depan Nabi?
Chirri:
Kitab Suci al-Qur'an berisikan penjelasan-penjelasan yang
amat jelas mengenai keamanan Nabi Muhammad.
"Hai Rasul! Sampaikan apa
yang diwahyukan kepada engkau dari Tuhan. Dan kalau itu
tidak engkau kerjakan, maka berarti engkau tidak
menyampaikan (menjalankan) tugas perutusan dari Tuhan.
Tuhan memelihara engkau dari manusia. Sesungguhnya Tuhan
tidak memberi petunjuk kepada kaum yang tidak
beriman." (Qs. al-Maidah [5] : 67)
Ayat itu menjamin Nabi
Muhammad mendapatkan perlindungan terhadap seluruh manusia.
Tidak ada kekuatan manusia, sesuai dengan ramalan itu,
dapat menghancurkan kehidupan Muhammad. Apabila Nabi
meninggal di medan peperangan atau dibunuh, pernyataan ini
akan menjadi tidak benar dan kenabian akan dibuktikan
kesalahannya.
Dengan kondisi di mana Nabi
hidup (tinggal), nubuat itu bertentangan dengan
harapan manusia. Dari saat Islam diproklamirkan, Nabi
dihadapkan dengan pelagai kusumat dan permusuhan.
Dia dipilih sebagai
satu-satunya musuh orang-orang Mekkah. Hidupnya dikelilingi
dengan bahaya-bahaya. Dia hidup di bawah ancaman, dan
untuk selama beberapa tahun tanpa perlindungan fisik.
Pada saat pembelanya, Abu Thalib, meninggal, dia
bahkan tidak mendapatkan perlindungan di tempat suci guna
membawa pesannya kepada orang-orang yang berziarah.
Pemimpin-pemimpin penting dengan siasat yang halus
memburu dia dan berniat membunuhnya.
Bila dia lolos, hadiah besar
diumumkan untuk penangkapannya, hidup atau mati. Sebelum
berangkat ke Madinah, Muhammad dipastikan ditangkap, dan
Islam diharapkan hilang sampai ke akar-akarnya.
Setelah sampai di Madinah,
peperangan terjadi dan orang-orang Islam dihadapkan
dengan suatu perang yang hebat, yang mana musuh selalu jauh
lebih besar jumlahnya.
Orang-orang Mekkah menyuruh
penduduk padang pasir untuk melawan orang-orang
Islam. Lebih lanjut, pemerintah-pemerintah dari
bangsa-bangsa yang bukan Arab marah karena bahasa
Muhammmad yang sangat kuat yang digunakan mengundang
mereka untuk memeluk Islam.
Suatu contoh ialah
pesannya kepada Heraclius, Kaisar Byzantium (Rum):
"Dengan nama Tuhan Pengasih dan
Penyayang. Dari Muhammad, anak Abdullah, Rasul Tuhan, untuk
Heraclius, Kaisar Romawi. Sudah tentu saya mengajak anda
memeluk Agama Islam. Jadilah orang Islam, dan anda akan
selamat. Tuhan akan rnenghadiahi anda dua kali. Bila
anda mengelak, anda akan dibebani dengan dosa. Marilah
bersepakat antara kita dan anda: bahwa kita akan memuja
tidak lain kecuali Tuhan dan bahwa kita akan tunduk
dihadapan-Nya, dan bahwa kita tidak akan mengakui Tuhan
di samping Tuhan Yang Maha Kuasa."
Meskipun mara-bahaya
mengelilingi Nabi, dia tetap hidup secara biasa. Dia tidak
memiliki pengawal-pengawal dan angkat senjata di medan
perang, kadang-kadang di front terdepan. Dia berjalan di
jalan tengah malam dan tinggal tanpa penjagaan. Ada
banyak kesempatan baik untuk membunuhnya, dan banyak
percobaan telah dilakukan.
Beberapa percobaan pembunuhan
di bawah ini akan saya sebutkan:
Pada suatu hari dia sedang
tidur sendiri di bawah pohon, tidak jauh dari perkemahannya.
Dia dibangunkan oleh suara! Dia melihat Durthur,
prajurit musuh, sedang berdiri di hadapannya dengan
mencabut pedang. "Hai Muhammad" dia berseru, "Siapa
yang akan menyelamatkan anda?" "Tuhan" jawab Nabi. Untuk
beberapa alasan yang tidak diketahui, Durthur menjatuhkan
pedangnya, yang langsung dipegang oleh Nabi.
Sambil melambaikan pedangnya,
dia berseru sebaliknya, "Siapa yang akan menyelamatkan anda,
wahai Durthur?" "Tak seorang pun" jawab prajurit itu. "Maka
belajarlah dari saya untuk menjadi pengasih." Sambil berkata
dia mengembalikan pedangnya pada prajurit itu.
Prajurit itu sangat terharu.
Dia mengakui Muhammad sebagai seorang Nabi dan memeluk
Islam. (Life of Mohammad, Washington Irving,
chapter 18)
Pada kesempatan lain,
Muhammad pergi membawa beberapa pengikut-pengikutnya
untuk mengunjungi suku yang bukan Islam. Santapan
diselenggarakan di ruang terbuka, berdekatan tempat tinggal
kepala suku. Nabi mengetahui bahwa dia diberi umpan untuk
dikhianati, dan akan dibunuh ketika dia duduk di pesta itu.
Dia dilempar batu dari atap rumah bertingkat. Tanpa
menerangkan pengkhianatan ini pada rekan-rekannya ia
meninggalkan pesta dan kembali ke Medinah. (Life of
Mohammad, Washington Irving, chapter 21)
Lebih dari sekali,
Muhammad ditinggalkan oleh prajurit-prajuritnya
sendiri di dalam peperangan melawan ribuan lasykar musuh.
Pada saat-saat demikian, dia adalah sasaran kekuatan musuh.
Muhammad yakin akan perlindungan Tuhan, dan ramalan telah
dipenuhi.
Wilson: Apakah al-Qur'an mengemukakan beberapa
penjelasan tentang masa depan kenabian umumnya?
Chirri:
Pernyataan yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad
adalah Nabi pamungkas adalah keterangan yang jelas
tentang masa depan kenabian. "Muhammad itu bukan bapak
seorangpun dari laki-laki di antara kamu, tetapi dia
Rasul Allah dan penutup Nabi-nabi. Dan Tuhan itu Maha Tahu
atas segala sesuatu." (Qs. Fusshilat [33]: 40)
Kata khatam (penutup), artinya
cap (tanda) yang menutup tempat penyimpan sesuatu atau
stamp (tanda) yang mengakui keaslian isi-isi tertentu dari
surat-surat penting atau pesan.
Nabi Muhammad berkata pada
saudara sepupunya Ali: "Kedudukanmu di sisiku sama dengan
kedudukan Harun di sisi Musa, tetapi tidak akan ada nabi
setelahku."
Menyatakan bahwa Muhammad
adalah penutup dari nabi-nabi, sebenarnya suatu
keterangan tentang masa depan dari kenabian. Hal itu
menyatakan bahwa dunia tidak akan menyaksikan seorang
nabi setelah meninggalnya Muhammad, dan bahwa Tuhan tidak
akan mengirimkan pesuruhnya lagi kepada manusia. Jadi
sejarah yang panjang dari kenabian akan ditutup dengan
kematiannya: Muhammad.
Ini adalah suatu ramalan
yang benar-benar tidak disangka-sangka. Kita
menyangka bahwa Tuhan melanjutkan pengiriman
Nabi-nabi-Nya untuk manusia. Dia sudah mengirim banyak
nabi-nabi, sebelum Muhammad, dan kita lazimnya
mengharap Dia melanjutkan pengiriman yang demikian setelah
meninggalnya Nabi Muhammad.
Sebenarnya, Materialisme di
dalam abad-abad modern ini jauh lebih besar dari pada
sebelum Muhammad, karena itu sebuah wahyu ruhani (a
spiritual revelation) kelihatannya akan lebih diperlukan
daripada sebelumnya.
Kesulitan dari sebab-sebab
pada masalah ini adalah benar-benar di luar ilmu
manusia. Tak seorangpun dapat mengetahui bagaimana Tuhan
menetapkan untuk mengirim seorang nabi untuk manusia. Ilmu
ini hanya dimiliki Tuhan.
Wilson: Ramalan-ramalan yang mengagumkan biasanya
berhubungan dengan beberapa peristiwa yang akan terjadi
pada waktu tertentu. Pemberitahuan yang terdapat dalam
ayat tidak berhubungan dengan suatu kejadian yang akan
terjadi pada waktu khusus. Hal itu tidak mengatakan
pada kita sesuatu yang akan terjadi. Sekedar
pemberitahuan dalam bentuk negasi, yang mengatakan pada kita
bahwa tidak akan ada Nabi yang datang setelah Muhammad.
Chirri:
Untuk memberi informasi yang berbentuk afirmasi jauh
lebih mudah dari pada memberi informasi yang berbentuk
negasi. Mari kita gambarkan dengan suatu contoh informasi
atau pemberitahuan yang berhubungan dengan masa lalu dan
masa akan datang. Jauh lebih mudah mengatakan bahwa
Mr. Smith mengendarai mobil dari pada mengatakan Mr.
Johnson tidak pernah mengendarai mobil. Untuk menjadi benar
secara positif, perlu melihat Mr. Smith mengendarai
mobil. Untuk mengatakan kebenaran bahwa Mr. Johnson
tidak pernah mengendarai mobil, Anda perlu
mengetahui seluruh masa lalunya Mr. Johnson.
Mari kita telaah pemberitahuan
masa akan datang. Anda boleh meramalkan bahwa akan ada
dalam masa lima tahun, seorang sarjana yang genius di antara
orang-orang Detroit. Ini jauh lebih mudah daripada
mengatakan bahwa tidak akan ada sarjana genius di
Detroit dalam masa lima tahun. Pemberitahuan yang
demikian membutuhkan ilmu pengetahuan yang luas tentang
berjuta-juta orang yang akan hidup di Detroit dalam
periode itu. Ilmu yang demikian adalah benar-benar di
luar jangkauan kita.
Andaikata kita membuat ramalan
yang lebih luas, marilah kita mengatakan bahwa Amerika
Serikat atau seluruh dunia tidak akan mempunyai sarjana
genius selama lima puluh tahun. Ramalan yang demikian
akan mustahil (tidak masuk akal); bila kita meramalkan
bahwa dunia tidak akan memiliki seorang sarjana yang
demikian untuk selama-lamanya, sudah tentu ramalan kita
tak masuk akal. Pernyataan akhir kenabian dari Muhammad
adalah demikian.
Hal itu tidak hanya berhubungan
dengan suatu pembatasan masa depan dari sesuatu bangsa
khusus, tapi berhubungan dengan masa depan yang tak
terbatas, dari seluruh dunia, hal itu dikatakan sesungguhnya,
tidak akan menyaksikan nabi setelah Muhammad, sampai
akhir dunia. Muhammad sendiri sebagai manusia tidak
dapat meramalkan suatu masa depan yang demikian.
Ramalan tidak dari dia. Hal
ini merupakan suatu wahyu dari yang mengetahui masa depan
manusia. Ramalan telah dipenuhi, Dunia dalam masa 13 abad
ini tidak didatangi oleh seorang Nabi lagi.
Wilson: Banyak individu-individu yang datang
setelah Muhammad mengklaim diri mereka nabi. Beberapa di
antara mereka hidup di abad ini dan beberapa di
antaranya malahan masih hidup. Apakah klaim mereka tidak
mempengaruhi kebenaran dari ramalan itu?
Chirri:
Klaim kenabian tidak banyak dan tidak akan mempengaruhi
kebenaran dari ramalan ini, kecuali jika telah
dibuktikan. Kecuali kenyataan bahwa beratus-ratus
individu menyatakan kenabian mereka, dan beberapa dari
mereka hidup pada masa Nabi Muhammad sendiri. Dan
kenyataan tak seorangpun dari mereka dapat membuktikan
kenabiannya. Semuanya telah dibuktikan kesalahannva, dan
klaim mereka mati bersama mereka.[www.wisdoms4all.com]
Back to Top