: Salah satu masalah penting dalam setiap pembahasan adalah
mendefinisikan subyek sebuah pembahasan. Lantaran kita ingin
membahas Islam, saya ingin mendengarkan sebuah definisi ihwal
Islam, karena kalimat ini bersumber dari bahasa Arab. Saya telah
mendengar lebih dari satu definisi tentang kalimat ini; saya
ingin mendengarkan definisi Anda ihwal Islam. "Muslim" merupakan
kalimat yang lain yang harus didefinisikan untuk didengarkan
oleh kalangan non-Arab yang boleh jadi membacanya berulang kali
tanpa mengerti makna yang sebenarnya dari kata itu, atau
kebingungan dengan kata Islam.
Chirri: Makna asli "Islam" adalah penerimaan sebuah pendapat atau sebuah
kondisi yang sebelumnya tidak diterima. Dalam bahasa al-Qur'an,
Islam bermakna kesediaan seseorang untuk menerima titah dan
perintah dari Tuhan dan mengikutinya. "Muslim" adalah kata yang
diambil dari kata Islam. Kata ini digunakan pada seseorang yang
telah menerima dan mengikuti titah dari Tuhan.
"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani,
akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus, lagi berserah diri
Musliman
dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang
musyrik."
(Qs. Ali Imran [3]:67)
Dua kata yang dimaksud, bagaimanapun, dua makna spesifik yang
diperoleh setelah pengenalan risalah yang dibawah oleh Nabi
Muhammad Saw. Risalah yang diwahyukan kepada Muhamamad disebut
sebagai Islam, dan beriman kepada risalah yang dibawanya juga
disebut Islam. Muslim, juga berarti orang yang mengikuti risalah
Muhammad dan meyakini akan kebenarannya.
Wilson
: Apa hubungan antara makna asli Islam dan makna spesifik yang
diambil setelah kedatangan Muhammad?
Chirri: Makna baru dari kata tersebut adalah berdekatan dengan makna
aslinya lantaran Muhammad menyebutkan bahwa ajarannya mengandung
ajaran-ajaran para nabi sebelumnya dan seluruh perintah-perintah
Tuhan. Ketika seseorang beriman kepada kebenaran Muhammad dan
berikrar untuk mengikuti risalahnya, ia sesungguhnya, menyatakan
kesediaannya untuk mentaati perintah dan titah dari Tuhan tanpa
syarat.
Wilson
: Ada prosedur tertentu yang diatur, misalnya, oleh Kristen bagi
seseorang yang ingin memeluk Kristen. Contohnya, Baptis yang
merupakan salah satu sakramen (penyucian) yang menurut hampir
seluruh sekte dalam Kristen, harus dijalankan oleh seseorang
muallaf untuk menjadi seorang Kristian. Apakah ada prosedur
yang dianjurkan bagi seseorang untuk beriman kepada ajaran
Islam?
Chirri: Tidak ada sakramen atau prosedur yang ditentukan bagi seseorang
untuk memeluk Islam. Yang diperlukan oleh seseorang ketika ia
ingin memeluk Islam hanyalah pengucapan atau iman kepada
syahadah (Deklarasi Iman), "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan
selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah."
Wilson
: Mengapa pengucapan semacam itu memadai bagi seseorang untuk
memeluk Islam?
Chirri:
Tatkala seseorang menyatakan bahwa ia beriman kepada kebenaran
Muhamamad, ia benar-benar menyatakan beriman kepada seluruh yang
diperkenalkan oleh Muhammad dan seluruh ajarannya. Hal ini
termasuk seluruh ajaran al-Qur'an, seluruh perbuatan dan sabda
Muhammad, baik dalam masalah aqidah atau masalah hukum syariat.
Ketika seseorang beriman kepada syahadah (deklarasi iman), ia
secara otomatis menjadi seorang Muslimin. Ucapan syahadah
merupakan sebuah bukti bagi Muslim yang lain bahwa ia adalah
seorang yang beriman kepada Islam. Lantaran hal ini, tidak
seorang Muslim yang dapat mengingkarinya, karena ia merupakan
seorang yang beriman kepada Islam dan tidak memerlukan hal yang
lain untuk membuktikan hal itu.
Wilson
: Apakah seorang muallaf dipandang sama dan ekual dengan seorang
yang menjadi Muslim semenjak lahir?
Chirri: Seorang muallaf adalah ekual dan sama derajatnya dengan Muslim
yang lain dalam pandangan al-Qur'an. Lebih dari itu, seorang
muallaf memiliki banyak keuntungan daripada seorang yang menjadi
Muslim semenjak lahir karena dua alasan:
1. Seorang muallaf mendapatkan ganjaran yang lebih besar dari
Tuhan ketimbang seorang yang menjadi Muslim semenjak lahir.
Seorang muallaf yang menjadi Muslim biasanya setelah ia
mengadakan riset yang panjang dan detail serta harus menghadapi
berbagai tekanan psikologis, lantaran mengganti agama bukanlah
sebuah pekerjaan mudah. Hal ini menuntut keberanian dan usaha si
muallaf, sementara orang yang semenjak kecilnya telah memeluk
Islam (Muslim) menerima agamanya melalui warisan dari orang
tuanya.
2. Seorang muallaf dipandang, dengan masuknya ia ke dalam Islam,
suci dan terbebas dari dosa-dosa sebelumnya. Seluruh dosa-dosa
yang ia kerjakan semasa ia memeluk Kristen dihapus secara
keseluruhan. Ia hanya akan bertanggung jawab dengan dosa-dosa
yang ia lakukan setelah ia menjadi seorang Muslim. Oleh karena
itu, jika seseorang menjadi Muslim pada pagi hari, setelah
matahari terbit, kemudian ia meninggal pada siang harinya, ia
berhak memasuki surga tanpa melakukan atau mengerjakan
ritual-ritual keagamaan yang diwajibkan bagi setiap Muslim. Ia
tidak harus mengerjakan shalat subuh lantaran ia memeluk Islam
setelah matahari terbit, juga tidak harus mengerjakan shalat
Zhuhur karena ia meninggal sebelum waktu shalat Zhuhur tiba.
Wilson
: Kadang-kadang saya menemukan bahwa Islam disebut sebagai "Din
at-Tauhid" dan terkadang "Din-al-Fitrah." Karena kedua istilah
tersebut merupakan istilah Arab, keduanya harus didefinisikan
untuk kepentingan orang-orang non-Arab. Alasan-alasan mengapa
Islam disebut dengan istilah ini juga harus dijelaskan.
Chirri:
"Din at-Tauhid" bermakna agama yang beriman kepada
Keesaan Tuhan, dan "Din al-Fitrah" berarti agama yang
sesuai dan selaras dengan tabiat manusia.
Islam disebut sebagai agama Tauhid lantaran muatan utama yang
terkandung di dalamnya adalah keesaan Tuhan. Doktrin Tuhan Esa
merupakan doktrin yang sangat ditekankan dan berulang kali
diulas dalam al-Qur'an. Tatkala Islam diperkenalkan kepada
dunia, hampir kebanyakan orang-orang adalah penyembah berhala.
Beberapa agama mendakwahkan Keesaan Tuhan namun dalam bentuk
yang kurang jelas. Beberapa dari mereka menisbahkan Tuhan
sebagai sosok yang berbentuk (anthropomorphic image).
Poin yang paling penting dari kandungan risalah samawi baru ini
adalah membenarkan dan mengoreksi para penyembah berhala dan
menghilangkan segala kabut keburaman konsep Keesaan Tuhan.
Islam disebut sebagai agama fitrah lantaran ajarannya dapat
diterima oleh akal manusia ketika akal manusia bebas dari segala
bentuk berpikir takhayul dan tidak logis.
Nabi Muhamamad Saw bersabda:
"Setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah; pengaruh ibu
bapaknyalah yang menjadikan ia sebagai non-Muslim."
Tatkala seseorang bebas dari pemikiran yang tidak logis, ia
dapat dengan mudah, hanya dengan melihat tatanan semesta,
menyimpulkan bahwa semesta ini memiliki hanya Satu Pencipta.
Adalah mudah diterima sebuah ajaran yang menyeru kita untuk
meyakini bahwa semesta yang berusia lebih dari empat milyar
tahun lamanya telah dicipta oleh Pencipta Tua Yang Tak-Terbatas.
Namun tidak mudah atau tidak gampang mengidentifikasi bahwa
Pencipta itu fana yang kelahirannya terjadi empat billion tahun
setelah penciptaan semesta.
Adalah natural menerima sebuah ajaran yang menyeru meyakini
bahwa Pencipta semesta adalah Mutlak Adil dan Pengasih. Bahwa
Pencipta yang Mahaadil dan Pengasih itu tidak akan membebani
setiap jiwa dengan dosa orang lain; dan bahwa Dia tidak meminta
setiap orang untuk membayar dosa orang lain.
Ajaran Islam nampaknya dapat diterima akal manusia, kalaulah
akal tersebut belum terkontaminasi oleh ajaran-ajaran yang tidak
logis. Atas alasan inilah mengapa Islam disebut sebagai agama
fitrah.[www.wisdoms4all.com]