Profile Site

 

 

 

Kata Hati

 

 

Harapan Kami

Pada sekian puluh tahun yang lalu, kami terlahir di muka bumi ini. Sebelum itu, sekian bulan lamanya kami bersemayam di dalam kandungan ibu kami.  Setelah itu, dengan penuh kasih sayang, suka dan duka ayah dan ibu membesarkan dan mendidik kami. Kini telah kami sadari bahwa kami tidak terlahir secara spontanitas dan tiba-tiba, tetapi melalui perantara kedua orang tua kami. Ayah dan ibu terlahir melalui kakek dan nenek kami. Kakek dan nenek pun terlahir melalui kedua orang tuanya. Begitulah seterusnya, kakek-kakek dan nenek-nenek  kami terlahir melalui orang-orang tua mereka, konon sampai kepada manusia pertama; Adam dan Hawa. Sampai di sini kami bertanya-tanya; siapakah yang melahirkan Adam dan Hawa? Adakah pencipta yang menciptakan keduanya?  Ataukah Adam dan Hawa itu terlahir ke dunia ini secara kebetulan, spontanitas, shudfah, insidentil dan tanpa pencipta?

Di sekeliling kami; berbagai macam hewan, beraneka ragam tumbuhan, gunung-gunung, lautan nan luas, hamparan hutan belantara, padang sahara dan lain sebagainya, itu semua “ada” dan dapat kami saksikan dengan mata kepala. Apakah kehadiran  mereka itu secara tiba-tiba dan tanpa ada permulaannya? Bila pencipta alam raya ini ada, apakah Dia juga bersifat materi seperti kami?  Apakah ada wujud lain yang bersifat non-materi yang tak dapat dijangkau oleh pandangan mata indra kami? apakah wujud non-materi itu sebagai pencipta alam materi ini?  Apakah non-materi itu yang mengatur seluruh alam ini? Atau siapakah sebenarnya yang mengatur semua ini? Apakah ada hubungan antara alam gaib non-materi tersebut dengan alam materi ini?  Apakah wujud manusia itu terbatas pada  badan fisikal ini saja? Apakah hidupnya terbatas pada kehidupan di dunia ini saja? Ataukah ada kehidupan lain setelah kematian? Apabila kehidupan lain itu memang ada, apa hubungan  antara kehidupan duniawi ini dengan kehidupan ukhrawi? Persoalan-persoalan duniawi apakah yang dapat menentukan urusan akhirat?  Demikianlah, semakin banyak kami berpikir dan merenung mengenai persoalan-persoalan hakikat wujud kami, kehidupan dan kematian, bahagia dan derita, datang dan pergi silih berganti, semakin banyak pertanyaan yang menggelitik benak dan pikiran kami.

Ketika kami sadari betapa lemahnya fisik dan kemampuan berpikir kami, betapa sedikitnya ilmu pengetahuan kami dan betapa kami tidak mampu menjawab  berbagai pertanyaan tersebut, timbullah gagasan kami untuk merangkum jawaban-jawaban yang berserakan di sana-sini. Sampai akhirnya timbullah gagasan berikutnya yang mungkin juga bersifat sementara, yaitu membuat web-site demi menampung pikiran-pikiran sehat rekan-rekan muda yang lebih memahami tentang arti hidup ini daripada kami, yang mampu menjawab berbagai persoalan di atas secara logis dan filosofis.  Untuk itu, janganlah Anda “pelit” ataupun merasa malu untuk menuliskan berbagai pikiran dan pandangan yang logis tentang wujud Tuhan ataupun menuangkan berbagai pengalaman Anda selama dalam perjalanan menuju Tuhan Sang Pencipta alam semesta dan mengirimkannya kepada kami di Al-Balagh.

 

Mari Bersama kami

Mungkin telah puluhan tahun lamanya Anda meyakini suatu agama dan menjalankan ajaran-ajaran yang dibawanya. Bahkan bisa jadi semenjak lahir Anda telah memeluk suatu agama, karena kedua orang tua dan keluarga Anda termasuk orang-orang yang taat menjalankan suatu ajaran agamanya. Namun, apakah selama ini Anda pernah mengoreksi keyakinan dan keberagamaan Anda tersebut?  Apakah keberagamaan Anda memiliki dasar dan argumen yang logis? Ataukah hanya ikut-ikutan dan bertaklid buta, sebagaimana kakek-nenek moyang Anda?  Pernahkah bangunan keimanan Anda kepada Sang Pencipta dan kepercayan Anda kepada suatu ajaran agama itu teruji kekokohannya dalam  menghadapi tiupan badai dan topan berbagai aliran pemikiran modern?  Pondasi macam apakah yang menjadi landasan keyakinan, keimanan dan keberagamaan Anda? Dan apa sebenarnya tolok ukur yang harus dijadikan sebagai landasan suatu keyakinan dan pandangan?

Jika Anda mengikuti suatu ajaran sejak lahir hanya karena ikut-ikutan, jika Anda belum pernah mengoreksi keabsahan keyakinan Anda, jika Anda ingin memiliki landasan keyakinan yang logis, jika Anda ingin menguji kekokohan suatu keyakinan dan jika Anda ingin mengetahui tolok ukur kebenaran suatu keyakinan, maka marilah bersama kami berjalan seiring setapak demi setapak mengikuti langkah-langkah pemikiran yang logis dan filosofis yang disajikan oleh Al-Balagh untuk menggapai wujud Sang Pencipta alam semesta.

Yuk bersama Al-Balagh, kita pergi merantau menuju “Rumah Tuhan” yang Dia bangun sendiri untuk para hamba-Nya. Bukan di rumah Tuhan yang kita buat berdasarkan khayalan kita. Barang kali di sanalah kita akan temukan kebahagiaan yang hakiki dan sejati.[]

 

 

 

 

Terimakasih atas kunjungan Anda