Adanya
sikap Barat yang semakin brutal dalam memerangi Islam, dimana
media-media Belanda dan media-media Denmark menjadi basis
utamanya, dapat menginformasikan bahwa ada sebuah
kelompok-kelompok tertentu yang mencoba bangkit memerangi Islam
melalui keahlian mereka seperti membuat karikatur-karikatur,
film tentang Nabi Saw dan al-Quran yang sifatnya menghina dan
menjelek-jelekkan yang untuk kemudian dipertontonkan ke
masyarakat dunia. Terakhir dapat kita amati, rilis film Fitna
yang menimbulkan fitnah di seantero dunia Islam. Dalam kondisi
seperti ini, terdapat wawancara Abdul Karim Sorous yang
mengetengahkan ihwal al-Qur’an dan Nabi Saw yang secara tidak
langsung menjadi teoritikus –sadar atau tidak sadar- kebrutalan
ini. Tulisan ini tidak bisa –tanpa ada dasar dan bukti yang
akurat – menyatakan bahwa apa yang tertulis dari wawancara
tersebut adalah 100 persen pendapat dan keyakinannya. Akan
tetapi sikap diamnya (tanpa menegaskan dan menafikan) Dr.
Soroush terhadap informasi (ihwal wawancara yang dilakukan media
Belanda itu) semacam ini dapat anggap sebagai kesalahan yang
tidak dapat dimaafkan. ...ð
Manusia
Antara Humanisme Materialis dan Agamis
Melacak
asal-usul manusia menjadi landasan pokok setiap pandangan dunia.
Setiap diskusi tentang bagaimana manusia harus hidup membawa
kita kembali pada masalah asal-usul manusia. Jawaban yang
diberikan ilmu ataupun agama mengenai masalah ini saling
bertentangan, sebagaimana yang juga terjadi dengan
masalah-masalah lain.
Ilmu memandang asal-usul manusia sebagai akibat dari suatu
proses panjang evolusi dari bentuk kehidupan rendah di mana
tidak ada perbedaan jelas antara hewan dan manusia. Anggapan
ilmu bahwa seseorang adalah manusia ditentukan oleh fakta-fakta
material eksternal; berjalan tegak, membuat alat, atau berbicara.
Di sini manusia adalah anak alam dan terus demikian adanya. Soal
manusia merupakan produk evolusi ataukah “diciptakan” mengarah
kepada pertanyaan selanjutnya: siapakah manusia itu? Apakah ia
merupakan bagian dari dunia atau sesuatu yang berbeda dari dunia?...ð
Artikel
Mizan Keadilan Tuhan [3]
Di
satu pihak Syi‘ah Imamiyyah Ithna-‘Asyariah percaya bahwa
kita sendiri dapat membedakan di antara “terjatuh dari atas atap”
dan “perbuatan turun ke bawah dengan menggunakan tangga.”
Perbuatan yang kedua itu dilakukan dengan kemampuan, kehendak
dan keinginan kita, sementara perbuatan terjatuh ke bawah
adalah sebaliknya.Kita juga tahu bahwa perbuatan-perbuatan
kita bukanlah seperti perbuatan terjatuh ke bawah dari atas
atap, bahkan ia adalah seperti perbuatan turun dengan kuasa
dan kemampuan kita sendiri. Oleh itu, ia adalah perbuatan
kita sendiri dan tidak dapat dikatakan bahwa perbuatan itu
adalah perbuatan Allah. Sekali lagi, kita lihat bahwa terdapat
sebagian perbuatan yang menyebabkan kita dipuji atau dicaci,
sedangkan dalam sebagian perbuatan yang lain, kita tidak dipuji
ataupun dicaci. Hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa perbuatan
yang pertama adalah berada dalam kuasa dan kehendak kita
dimana perbuatan yang kedua adalah berada di luar kekuasaan dan
kehendak kita.....ð
Pustaka
Semesta ini
Acak atau Teratur?
Si
pemuda tidak tidur malam itu. Sebaliknya, ia menghabiskan malam
itu dengan mengerjakan shalat dan sujud. Ia menengadahkan
tangannya memanggil Tuhan, dan melupakan bahwa lengannya telah
capek. Ia membaca bagian-bagian yang lain dari doa-doa yang ia
hafal, mengulang-ngulang beberapa kalimat, mendongakkan
kepalanya dan melihat ke angkasa raya yang dihiasi gemilau
pendaran cahaya purnama, sedemikian sehingga tiada bintang yang
terlihat. Seolah-olah bintang gemintang membiarkan purnama yang
lebih besar dan lebih kuat mengambil alih tempatnya. Pada saat
itu, anak muda itu mengingat sebuah ayat dari al-Qur’an: “Segala
yang ada di langit dan di bumi bersujud di hadapan Allah.” Bintang-gemintang
dan planet-planet bersujud di hadapan Tuhan. “Mereka seluruhnya
beribadah,” katanya. “Mereka melakukan apa yang tengah kulakukan,
atau sebaliknya saya yang melakukan sesuatu yang tengah mereka
lakukan.” Lalu ia menatap bulan yang tunduk dan
bintang-gemintang dalam gugusannya. Ia membayangkan langit
sebagai masjid agung dimana bulan bertindak sebagai seorang imam
bagi bintang-gemintang dalam kebesarannya beribadah kepada Allah
Swt......ð
Ragam Pandangan Dunia
Dengan
memperhatikan masalah-masalah fundamental pandangan dunia,
dengan mudah dapat dipahami bahwa masalah-masalah seperti ini
tidak berhubungan dengan masalah ilmu, yang mana tidak dapat
dibuktikan dengan metode ilmu (eksperimentasi), karena setiap
ilmu, membahas hukum-hukum dan objek-objek tertentu. Hukum-hukum
yang hanya berhubungan dengan objek tersebut yang dapat
diselidiki, misalnya fisika dari hal-hal lahir materi dan energi,
dan kimia dari analisis dan susunan unsur-unsur materi dan
hubungan-hubungan internalnya, dan fisiologi dari kualitas kerja
organ-organ makhluk hidup. Psikologi membahas mengenai
keadaan-keadaan kejiwaan manusia, dan masing-masing hukum
tersebut memiliki karakteristik khusus pada objeknya sendiri
yang akan dibahas. Dengan demikian, jelaslah bahwa
masalah-masalah psikologi tidak dapat dipecahkan dengan
rumus-rumus fisika atau kimia, atau hukum-hukum fisiologi tidak
dapat digeneralisasikan terhadap benda yang tak bernyawa.....ð
Kontemplasi
Air Hujan
Apakah
Anda tahu bahwa semua air tawar yang ada di bumi ini bersumber
dari air asin? Seperempat dari bumi ini, adalah kering dan tiga
perempatnya adalah terbentuk dari air-air laut yang asin dan
semua air tawar yang dicurahkan oleh hujan berasal dari air asin.
Dia yang menyuling air-air laut dan Dia pula yang memberikan air
tawar kepada tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, dan kepada manusia.
Sistem yang dipakai untuk menyuling air-air laut tersebut
tidaklah kecil, sedemikian besarnya sistem penyulingan ini
sehingga seluruh air laut dapat terwadahi. Sistem penyulingan
air laut ini adalah buatan Dia, bukan buatan tangan manusia yang
beroperasi di bawah panas. Sistem penyulingan air laut ini
sebagaimana telah dibuat bekerja karena panas. Matahari yang
ribuan kali lebih besar daripada bumi, membuat panas air-air
laut. Air itu menguap. Uapan air ini kemudian ke atas. Dan terus
ke atas. Angin membantu uapan air ini menuju ke atas. Uapan ini
di angkasa yang luas berkumpul. Selanjutnya terbentuklah awan.
Awan-awan tersebut bergerak mendekati bumi dan terjadilah
penggumpalan dan turunlah hujan. Sungai dan kali akan mengalir.
Bumi akan kembali hidup.....ð
Menjelajah Ufuk
Keseimbangan di Planet Bumi
Filsafat
materialis menawarkan satu saja penjelasan untuk keter-aturan
dan keseimbangan yang ada di alam semesta: peristiwa kebetulan.
Menurut klaim ini, seluruh alam semesta terbentuk melalui
serangkaian peristiwa kebetulan. Namun, jika kita meneliti alam
semesta ini secara sekilas, kita melihat bahwa klaim ini sungguh
tidak benar. Suatu kebetulan hanya akan menimbulkan kekacauan,
padahal di alam semesta ini kita melihat keteraturan di
mana-mana. Keteraturan ini membuktikan kekuasaan Allah yang
abadi, Yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan lalu
memberinya bentuk. Ketika menjelajahi alam semesta, kita
menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempati ini
hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada
padanya, bumi diciptakan dengan kese-imbangan yang luar biasa
stabil, yang membuatnya cocok bagi berlang-sungnya kehidupan
makhluk hidup. Jarak bumi dari matahari, kemiringan sumbu bumi
terhadap orbit, keseimbangan dalam atmosfer, kecepatan rotasi
bumi pada sumbunya, kecepatannya mengelilingi matahari, fungsi
laut dan gunung di bumi, sifat-sifat dan interaksi di antara
makhluk hidup, semua ini hanyalah beberapa unsur dari
keseimbangan ekologis yang terdapat di bumi....ð
Dialog
Interfaith
38 Titah dan 10 Perintah dalam Islam dan Kristen
Sepuluh
Perintah hanyalah bagian kecil dari perintah-titah al-Qur’an.
Islam menitahkan para pengikutnya untuk menjauhi banyak hal.
Beberapa dari perintah tersebut adalah haram lantaran
bertentangan dengan doktrin-doktrin yang harus diyakini oleh
seorang Muslim. Beberapa dari perintah tersebut dilarang (haram)
lantaran bersifat tidak bermoral atau tidak etis atau tidak
sehat atau hal tersebut melambangkan pembangkangan terhadap
tugas-tugas ritual. Larangan-larangan ini dipandang dalam Islam
sebagai perintah-perintah, melanggar larangan ini bermakna
perbuatan dosa. Seorang Muslim dilarang untuk: 1.
Menisbatkan seorang sekutu atau mitra bagi Tuhan:
“Janganlah kamu adakan Tuhan yang lain di samping Allah, agar
kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).”
(Qs. Al-Isra [17]:22) 2.
Mengingkari diturunkannya wahyu Ilahi kepada para nabi-Nya.
3.
Mengingkari setiap nabi yang diperkenalkan al-Qur’an, seperti
Yesus, Musa, Ibrahim, Nuh. Pengingkaran terhadap wahyu atau
setiap nabi yang diperkenalkan oleh al-Qur’an bermakna
pengingkaran terhadap Islam....ð
Kajian Adyan
Perjanjian Lama dalam Teraju Sains
Hanya
beberapa hal yang termaktub dalam Perjanjian Lama, dan
demikian juga dalam Perjanjian Baru yang menimbulkan konfrontasi
dengan pengetahuan modern. Tetapi jika terdapat hal-hal
yang tidak sesuai antara teks Bibel dan Sains, maka
persoalannya menjadi sangat penting. Dalam bab-bab yang
terdahulu, kita telah menemukan dalam Bibel
kesalahan-kesalahan historis dan kita telah menyebutkan beberapa
masalah yang telah dibicarakan oleh ahli tafsir Yahudi dan
Kristen. Para penafsir Kristen condong untuk mengecilkan
persoalannya. Mereka berpendapat bahwa adalah wajar jika
seorang pengarang buku agama menyajikan fakta-fakta sejarah
dengan menghubungkannya dengan masalah teologi, menulis sejarah
untuk keperluan agama. Kita akan melihat dalam Injil Matius,
sikap yang bebas terhadap sesuatu kenyataan, dan kita dapatkan
tafsiran-tafsiran yang tujuannya untuk menjadikan yang
keliru menjadi benar; pemikiran yang obyektif dan logis tidak
akan merasa puas dengan cara yang demikian.....ð
Forum Tanya & Jawab
Pertautan Agama dan Budaya?
Pihak
pengelola yang budiman, konsep keagamaan dewasa ini banyak
dikaitkan dengan konsep budaya yang berkembang pada masyarakat
tempat agama itu tumbuh dan berkembang. Islam misalnya, ia
tumbuh dan berkembang di semenanjung Arab dan dalam tubuh Islam
kita dapat saksikan kekentalan budaya dan tradisi Arab. Atau
pada budaya India yang banyak mempengaruhi agama-agama seperti
Hindu dan Budha. Pengaruh budaya pada agama atau agama pada
budaya merupakan sebuah permasalahan yang cukup aktual dalam
pembahasan dan riset keagamaan belakangan ini. Permasalahan
inti sebenarnya berkisar pengaruh-mempengaruhi terjadi antara
agama dan budaya yang seringkali disebutkan secara berdampingan
yang terkadang dimaksudkan untuk menegaskan sisi-sisi budaya
yang terdapat pada agama dan agama pada budaya. Kini pertanyaan
yang ingin diutarakan di sini adalah definisi apa agama dan
budaya itu lalu bagaimana hubungan yang terdapat di antara
keduanya? Dapatkah kita katakan bahwa agama itu adalah budaya
itu sendiri atau sebaliknya? Seberapa tinggi budaya Arab
melakukan penetrasi dalam Islam? Terima kasih ....ð